⚡
Total Sambaran — 2021–2026 · seluruh aset
⚠
Total Gangguan Petir — kejadian unik; multi-tower tidak dihitung berulang
🗼
Tower Dianalisis — —
🌩️
ULTG Paling Terdampak — —
🛡️
Cakupan Proteksi Petir — —
🔺
Rata-rata Tahanan Pentanahan — —

Tren Sambaran & Gangguan per Tahun

Memuat data...

Jumlah sambaran Jumlah gangguan
Sambaran per tower berasal dari SIGAP PETIR. Gangguan 2024–2026 dideduplikasi memakai tanggal dan waktu WIB pada AUDIT PETIR Copy SIGAP yang menaut ke baris SIGAP; SIGAP utama tetap menjadi sumber tower utama.

Distribusi Sambaran per ULTG

Kerawanan Seluruh Sirkit

Memuat data...

Sambaran petir tiap sirkit (BAY LINE) dibagi jumlah tower sirkit tersebut (sambaran/tower), ditumpuk per tahun 2021–2026. Titik merah adalah total gangguan per sirkit untuk seluruh periode 2021–2026; 2024–2026 digabung satu kali untuk tanggal dan waktu WIB yang sama, termasuk Line 1/2 atau nama sirkit arah terbalik.

Memuat status gangguan per tower...

Distribusi Soil Resistivity (Terukur)

Distribusi Tahanan Pentanahan / R Tower (Terukur)

Cakupan Proteksi Petir per Jenis

Memuat data...

Jumlah dan persentase tower dengan tiap jenis proteksi terpasang — satu tower dapat memiliki lebih dari satu jenis, jumlah tidak saling eksklusif; warna tiap batang menandai jenisnya (TLA/DGS/MDG/MRG/MGGS).

15 Tower dengan Sambaran Terbanyak

—
Peringkat tower 2021–2026. Saat mode gangguan dipilih, 2024–2026 memakai kejadian unik berdasarkan tanggal dan waktu WIB dari AUDIT PETIR; 2021–2023 memakai isian SIGAP PETIR. Satu kejadian dapat ditampilkan pada setiap tower terdampak tanpa menjadi kejadian tambahan; lihat detail lengkap per tower di SIGAP Petir.

Memuat data...

Sumber: WWLLN (World Wide Lightning Location Network) — data jaringan deteksi petir global, bukan data SIGAP UPT Palangkaraya di atas. Resolusi grid ±11 km, lebih kasar dari jarak antar tower — baca sebagai konteks historis per sirkit, bukan pengganti kolom Sambaran di atas. Lisensi: penggunaan riset/non-komersial. Nilai yang ditampilkan sebagai densitas flash (flash/km²/th) berasal dari variabel “stroke density” WWLLN sendiri, dibaca tanpa konversi per arahan UPT Palangkaraya — sensor VLF WWLLN dinilai tidak mampu membedakan tiap stroke dalam satu flash, sehingga label “stroke” pada data mentahnya dianggap tidak mencerminkan resolusi deteksi sebenarnya.

Komparasi Densitas Sambaran per Sirkit (WWLLN 2021–2025 · LDS PLN 2021–2026)

Memuat data...

Tahun

Flash
/km²/yr

Ringkasan Distribusi Tahunan

Sebaran nilai sirkit pada cakupan terpilih, tiap tahun: kotak = 50% tengah (kuartil 1–3), garis dalam kotak = median, garis vertikal = rentang wajar, titik bulat = pencilan, wajik kuning = jalur yang dipilih.
Nilai utama dan warna adalah WWLLN. Saat LDS PLN ditampilkan, baris kecil di bawahnya adalah rata-rata density lokal tower dari spreadsheet PLN (keduanya: Flash/km²/yr). LDS PLN adalah pembanding per-sirkit, bukan density koridor unik: buffer tower dapat bertumpang tindih, radius sumber berubah antarperiode, dan semantik flash/stroke belum terkonfirmasi. 2026 memakai nilai Density yang dipublikasikan pada tab 2026. Arahkan kursor ke sel untuk rinciannya.
Pola Bulanan Flash Density per Sirkit (WWLLN, rata-rata 2021–2025)

Tren Rata-rata Flash Density Bulanan — Seluruh UPT

Memuat data...

Garis ini menjawab “bulan mana paling rawan” untuk cakupan yang dipilih di atas — tabel di bawah (dikelompokkan per ULTG, sama seperti tabel densitas flash tahunan) menjawab “seberapa berbeda tiap sirkit dari pola itu.” Nilai tiap bulan dalam flash/km²/th — sudah dalam basis setara-tahunan (aktivitas bulan itu diproyeksikan setahun penuh), bukan total sambaran pada bulan tersebut.
Rincian per Sirkit

Memuat data...

Rata-rata flash density per bulan, basis setara-tahunan (flash/km²/th — klimatologi 2021–2025) di sekitar tower tiap sirkit, dikelompokkan per ULTG — menunjukkan bulan paling rawan tiap sirkit, bukan kejadian tahun tertentu.

Estimasi screening, bukan angka desain tersertifikasi. Acuan perhitungan: CIGRE TB 63 — SFR/SFFOR Bab 4.4 + Lampiran B (Eq 9-1…9-7), BFOR Bab 6 (Eq 6-2, 6-3, 6-6, 6-7, 6-8, 10-14, 11-12) + faktor span 0,6 Lampiran E, distribusi arus §3.3.1, steepness §3.4, jarak sambaran Tabel 4-1 (Love); CIGRE TB 839 — Eq 5-29/5-30 (CFO 560/605 kV/m, 0,146 m per keping); IEEE Std 1243-1997 — impedansi surja konduktor dengan korona; SPLN T5.014-1: 2021 kolom 150 kV — Tabel 3, 4, 5, 6 (geometri kepala tower). Data tower dari sheet aset UPT Palangkaraya (Tinggi, Jumlah, R Total, Ohm.m, Span); saat R Total kosong, nilai maksimum pembacaan kaki tower dari monitoring independen digunakan sebagai fallback dan ditandai F; Ng dari LDS PLN 2021–2026; nilai 2026 berasal langsung dari tab 2026. Satu dimensi horizontal (lebar badan tower) masih estimasi. Gunakan untuk membandingkan sirkit/line secara relatif, bukan untuk keputusan desain proteksi.

SFR · SFFOR · BFOR per Sirkit (CIGRE TB 63)
Metode simulasi dampak pemasangan TLA

1. Baseline tanpa TLA. SFFOR dan BFOR dihitung per Line 1/Line 2 dengan metode CIGRE yang sama seperti tabel utama. SFR tidak diubah karena TLA tidak mengubah jumlah atau proses attachment sambaran.

2. Identifikasi tower TLA. Sel TLA yang tidak kosong diperlakukan sebagai flag bahwa TLA terpasang. Nilai 290 hanya koordinat gambar dan tidak dipakai sebagai rating arrester.

3. Kontribusi per tower. Untuk setiap tower dihitung ulang kontribusi lokal memakai tipe dan tinggi tower, panjang Span, R Total, Ohm.m, geometri traverse, CFO line, serta Ng sirkit. Kontribusi tersebut dibobot dengan panjang span sehingga lokasi tower yang risikonya tinggi memberi pengaruh lebih besar daripada tower berisiko rendah.

4. Konfigurasi fasa. Pada fasa atas+bawah, kedua traverse itu dianggap diklem oleh TLA dan BFOR dihitung ulang dari fasa tengah yang masih tidak terlindungi. Pada 3 fasa, tidak ada traverse tidak terlindungi sehingga kontribusi BFOR tower TLA dianggap nol. Dalam EGM SFFOR saat ini, konduktor yang terekspos adalah fasa atas; karena fasa atas terlindungi pada kedua konfigurasi, kontribusi SFFOR di tower TLA dianggap nol.

5. Agregasi residual. Untuk SFFOR maupun BFOR dihitung faktor residual berbobot: F = Σ(spani × rate residuali) / Σ(spani × rate baselinei). Nilai pada tabel adalah rate skenario = rate baseline sirkit × F. Faktor diterapkan hanya ke Line 1, Line 2, atau keduanya sesuai pilihan pengguna; skala Ng dan konversi satuan /line/yr diterapkan setelahnya.

Batas penggunaan. Ini simulasi screening dengan asumsi TLA sehat dan ideal. Model belum memasukkan rating/MCOV, tegangan residual, kemampuan energi, panjang lead, status arrester, maupun travelling-wave antar tower. Karena sheet tidak menyimpan line/fasa aktual TLA, pilihan line dan konfigurasi fasa adalah skenario pengguna, bukan klaim kondisi lapangan.

Perbandingan impedansi surge tower: konis vs profil variabel

Memuat perbandingan geometri tower...

Memuat data...

Dikelompokkan per ULTG dan diurutkan alfabetis berdasarkan sirkit agar posisinya tetap saat sumber Ng diganti. Tiap ULTG dapat dibuka/tutup; satu baris per sirkit; nilai “a/b” = Line 1/Line 2. Ng = densitas flash LDS PLN (flash/km²/th). Model Love digunakan untuk rc dan rg. Model konis TB 63 digunakan sebagai baseline. Tanpa TLA: nilai baseline CIGRE. F pada Avg R = memakai nilai maksimum pembacaan kaki tower sebagai fallback. Imsf TB 63 Eq 9-2 · SFR Eq 9-1 · SFFOR Eq 9-7 · BFOR Eq 6-6 · Total = SFFOR + BFOR · IcBF = arus ambang flashover. Critical Phase menampilkan traverse pembatas dan fasa aktualnya dari kolom Fasa spreadsheet; bila urutan berbeda antar tower, semua fasa yang muncul ditampilkan. Satuan SFR/SFFOR/BFOR/Total = kejadian per line per tahun, bukan flash/km² seperti Ng. Warna: SFFOR mengikuti target CIGRE; BFOR/Total oranye = 2–5 dan merah = >5; Avg R mengikuti batas SIGAP Petir; IcBF <60 merah, 60–100 oranye, >100 kA hijau.